Siapa pun Presiden Pilihanmu, Kalem Aja..

Tag

, , , , , , , , ,

Sudah sekian lama, akhirnya mulai kusentuh lagi dunia blog yang selalu ramai ini. Kawan, tak lama lagi, negara kita mengadakan hajatan besar untuk memilih presiden dan wakil presiden, para nahkoda bangsa. Telah ada dua calon yang telah ditetapkan oleh KPU, No. 1 pasangan Prabowo-Hatta dan No. 2 pasangan Jokowi-JK untuk ikut dalam Pilpres tgl 9 Juli 2014. Siapa pun pilihanmu kawan, tentu dia adalah orang yang kau anggap ideal untuk memimpin Indonesia, bumi pertiwi yang sama-sama kita pijak dan diami.

 

Tentunya kawan-kawan memahami, semua calon presiden telah memiliki tim suksesnya sendiri. Namun yang  mengherankan, banyak pengikut, simpatisan atau apalah judulnya, ternyata lebih garang, lebih ngotot membela jagoan calon presiden mereka. Coba perhatikan, entah di warung kopi atau di dunia maya, bahkan teman sepermainan dulu, yang sama-sama bermain di kali dan empang, kini berbicara keras bahkan saling memaki, berdebat membela pilihannya.

 

Amboi..janganlah begitu.. Kita semua menginginkan Indonesia menjadi sejahtera, aman dan maju. Rakyat dan alamnya kembali ramah, ladang dan sawah mudah ditanami, tiada lagi penggusuran lahan semena-mena dan penggundulan hutan membabi buta oleh pengusaha hitam, dari mana pun asalnya.

Karenanya, siapa pun presiden terpilih nanti, dia harus menjadi pemimpin tegas dan adil yang mampu memikul amanah seluruh rakyat penghuni negeri ini. Amanah berupa pernyataan cita-cita yang telah dituangkan oleh para pendiri bangsa dalam lembaran konstitusi negara.

 

Cybercrime di Sekitar Kita

Tag

, , , ,

cyber crime

Apa yang anda akan lakukan, jika tiba-tiba uang hasil jerih payah anda hilang dari rekening? Tentu anda akan kebingungan, khawatir dan kecewa, karena bank yang anda anggap tempat paling aman untuk menyimpan harta dan uang tersebut ternyata tidak sesuai dengan harapan. Hal ini juga setidaknya dirasakan oleh orang-orang yang belum lama ini kehilangan uang mereka di rekening salah satu bank terkemuka.

Nilai nominal yang bervariasi hingga ratusan juta rupiah dan jumlah korban yang disinyalir akan terus bertambah membuat kasus ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Dan hal yang cukup memprihatinkan adalah ternyata uang nasabah yang hilang tersebut diambil dari mesin ATM dan bukan pengambilan biasa melalui tatap muka ataupun transfer. Baca lebih lanjut

Sampah di Televisi Kita

Tag

, , , , , ,

Beberapa waktu belakangan ini media terutama televisi setiap hari dalam pemberitaannya menayangkan berita heboh video porno artis. Tidak hanya satu atau dua televisi namun hampir secara keseluruhan media elektronik ini menayangkan berita dengan topik yang sama.

Benar pemberitaan ini tengah berada dalam “top news”, sehingga tidak heran televisi berlomba-lomba untuk menayangkan berita ini dengan beragam cara dan kemasan. Melihat pemberitaan yang “seragam”, monoton dan berulang-ulang tersebut, kita seakan digiring kepada persepsi bahwa berita ini layak untuk ditonton dan dianggap “penting”. Seakan kita tidak dapat membedakan, mana acara infotainment atau berita. Baca lebih lanjut

Menggugat Media Massa

Tag

,

Menyimak pemberitaan media massa belakangan ini sering kali terasa membosankan. Yang saya maksudkan media massa disini adalah media televisi.

Anda mungkin saja lelah disajikan beragam  tontonan sinetron tak bermutu yang mengumbar kekayaan, kesedihan atau kebahagiaan berlebih. Tak heran jika kita melihat sinetron, maka yang kita lihat sebenarnya gambaran hiperbola keseharian masyarakat. Artinya hanya menjual mimpi.

Disisi lain, kita pun disajikan media pemberitaan yang monoton. Sudah bukan rahasia lagi, media televisi pemberitaan kini dimiliki oleh aliran atau partai politik tertentu. Hal itulah yang menyebabkan dalam perbincangan sehari-hari dengan kawan atau relasi kita menggunakan istilah TV milik si kuning dan TV milik si biru, walau kenyataannya ada lebih dari satu partai yang menggunakan warna biru. Baca lebih lanjut

Siapa Mengendarai KPK?

Tag

, , ,

oleh Yusran Isnaini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tameng terakhir dalam usaha pemberantasan korupsi di Indonesia belakangan ini tengah menghadapi beberapa cobaan cukup berat. Dimulai dari ditolaknya permohonan banding atas putusan pra peradilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang membatalkan SKPP atas Bibit dan Candra hingga masalah sulitnya mencari figur yang tepat untuk menjadi ketua KPK.

Indonesia tentu ingin maju dan dipandang secara terhormat oleh negara lain, dan kita sebagai warga negara pasti menginginkan agar semua bentuk praktek korupsi dapat dihapuskan. Persoalan klasik seperti bagaimana dan dari mana untuk memulai semestinya sudah tidak relevan lagi dibahas. Sebab pada akhirnya penanganan pemberantasan korupsi akan berujung pada ketegasan dan konsistensi sikap dari aparat hukum dan pemerintah sebagai pengambil kebijakan. Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.